Salam

Welcome in my blog

Pandangan yg menyejukkan

Bismillahirrahmanirrahim

Alhmdulillahirabbil alaminn, telah lahir seorang putra yg menjadi penyejuk pandangan, generasi rabbani dan kebanggaan Nabi Muhammad SAW, betapa tidak, karena Rasulullah SAW telah mengatakan," menikahlah karena itu sunnahku, dan milikilah keturunan sehingga dapat Aku banggakan umatku."

Allah SWT telah mendeskripsikan di dalam Al Qur'an bagaimana proses pembuahan hingga kelahiran berlanjut ke penyapihan yg begitu luar biasa, dan itu adalah sebagian kebesaran Alah SWT, dan sesuatu yg terkandung dalam Al Qur'an pastilah benar sebagai petunjuk umat manusia.

Alhmdulillah, telah lahir ananda dari Muhamad Agung Arvianto dan Endang Kartini, kami beri nama Ahmad Hisyam Elherraz, nama yg baik, yg kami ambil sebagai keberkahan dari nama 
Ahmad ( yang terpuji) 
Hisyam (pemurah) 
Elherraz (wara'), 

Nama tersebut adalah nama seorang pemimpin, yaitu
Ahmad (panggilan Nabi Muhammad SAW di langit)
Hisyam Elherraz (Imam besar dari Maroko)

Harapan kami semoga Ahmad Hisyam Elherraz menjadi seorang pemimpin yg Hafiz Quran, adil, amanah, bijaksana, wara', penyejuk hati, mata, dan menjadi kebanggaan Nabi Muhammad SAW...





Menikah dan Umroh, Nikmat luar biasa


Menikah adalah suatu nikmat yg luar biasa, sunnah Rasulullah SAW, indah sekali, alhamdulillahhirabbilalamin...
Laksana Permaisuri dan Pemimpin, menempuh perjalanan menuju surganya Allah SWT, 

Alhamdulillahhirabbilalaminn, setelah menikah, kami menunaikan ibadah umroh, bertemu dgn Rasulullah SAW, dan sahabat2 nabi lainnya, mengunjungi tempat2 bersejarah sebagai saksi atas perjuangan Rasulullah SAW, dan melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW...



Mudah2an dengan dekatnya kita kepada Rasulullah SAW, kita dapat berkumpul dgn beliau, dan mengikuti sunnah beliau, dan menjadi tauladan terbaik dan bermanfaat bagi ummat...
Aminn




M. Agung Arvianto, AMK




Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia, terutama pada saat berinteraksi dengan klien, di mana posisi komunikasi berada di antara keduanya, yaitu antara apa yang akan disampaikan profesionalisme (perawat, dokter, bidan, pemimpin, komunikator, source) dengan apa yang akan diharapkan oleh klien (komunikan, receiver). Karena itulah komunikasi dapat dikatakan sebagai jembatan emas dalam upaya untuk mempertemukan perihal tersebut.
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih, sedangkan menurut Cherry dalam Stuart (1983) komunikasi berasal dari kata Communico yang artinya membagi. Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi ada karena kebutuhan akan mempertahankan kelangsungan hidup dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan komunikator (source), pesan (message), dan komunikan (receiver). Pesan ini mengalir melalui suatu media yang kemudian bisa terjadi berbagai hambatan dalam prosesnya, inilah yang biasa dikenal dengan noise. Manusia senantiasa mengadakan komunikasi karena membutuhkan transaksi dalam hidup. Komunikasi sering mengundang feedback dari para komunikannya. 
Ada lima sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:
Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita lakukan (atau melihat apa yang kita tunjukkan kepada mereka);
Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat;
Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar);
Membuat pendengar mengambil tidakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud kita dapat mereka terima;
Memperoleh umpan balik dari pendengar.
Ada empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu menulis dan membaca (bahasa tulisan) serta mendengar dan berbicara (bahasa lisan). Stephen Covey (1997) mengusulkan enam deposito utama yang dapat menambah rekening Bank emosi dalam hubungan kita dengan sesama:
Berusaha benar-benar mengerti orang lain;
Kebaikan dan sopan santun yang kecil begitu penting dalam suatu hubungan, karena hal-hal yang kecil merupakan hal-hal yang besar;
Memenuhi komitmen atau janji adalah keuntungan besar dan melanggar janji adalah kerugian besar;
Menjelaskan harapan;
Meminta maaf dengan tulus ketika Anda membuat penarikan atau kesalahan;
Memperlihatkan integritas pribadi.
Setelah kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, maka hal berikut yang perlu diperhatikan adalah lima hukum komunikasi yang efektif, yang dirangkum dalam satu kata di mana mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri, yaitu reach, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan maupun respons positif dari orang lain, kelima hukum tersebut adalah:
Respect, yaitu rasa hormat dan saling menghargai;
Empathy, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain;
Audible, yaitu dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik;
Clarity, yaitu kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multiinterpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan;
Humble, yaitu sikap rendah  hati.
Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah komunikasi adalah rasa saling percaya. Satu hal lainnya adalah efisiensi, komunikasi yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar mencapai tujuannya. Untuk mendapat kualitas komunikasi yang efektif, hubungan antar sesama harus lebih berfokus pada aspek-aspek manusiawi sehingga hal tersebut tidak sepenuhnya sama dengan hubungan antar individu, keduanya berkaitan erat yang membawa manfaat melalui kesepakatan bersama. Kegiatan pengorganisasian tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya komunikasi. (AA)

INTENSIVE CARE UNIT

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Salam sejahtera bagi kita semua...
Alhamdulillah, allahumma shalli alaa sayyidina muhammad, waalaa alihi sayyidina muhammad..

Muhamad Agung Arvianto, mungkin sekarang namanya belum termasyur seperti Recep Tayyip Endorgan.hehe..
It's name is mine...
Saya adalah putra pertama dari 3 bersaudara, yg semuanya adalah laki-laki. Saya bekerja di RS. Idaman Banjarbaru, di Ruang Intensive Care Unit (ICU).  Di ruang ini, saya memiliki pengalaman yang luar biasa, dan menjadi seorang yang memiliki tanggung jawab luar biasa pula. Intensive Care Unit adalah ruang perawatan khusus yang diperuntukkan menangani penyakit-penyakit kritis yang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dapat mengalami morbiditas dan mortalitas. Ini merupakan suatu tantangan dan gabungan dari Intelektual, Emosional dan Spiritual yang menuju peningkatkan kualitas kesehatan dan hidup manusia. Bagaimana tidak, di situ kita harus memonitor, menilai, kondisi pasien, masalah-masalah pasien, dan menanganinya, mencati solusi, secara cepat dan tepat serta memiliki resiko yang tidak tanggung-tanggung, usia ada di tangan Allah SWT, Segala Kepunyaan Dia-lah di langit dan di Bumi, dan semuanya akan kembali kepadanya...
Kita dengan intervensi medis, dan intervensi keperawatan bertujuan bagaimana menghantarkan klien ke depan pintu gerbang kemerdekaannya, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur...
Sebagaimana yang dituangkan founding father kita, sesuai amanat Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan dan perwakilan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Atas nama rakyat Indonesia..
Muhamad Agung Arvianto

Madani, kota impian para raja
            




                Mungkin kita sering menyebut kota-kota dengan arsitek megah dan terancang dengan sangat baik. Bangunan-bangunan tinggi yang dibilang “Pencakar Langit”, perjalanan yang ditempuh dengan sangat cepat, sistem perairan yang mumpuni. Ya, hal itu tentu saja tidak terlepas dari manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebut saja dalam Agama Islam, yang sedikit saya ketahui, yang masih belum tahu banyak soal agama, yaitu Nabi Yusuf AS, yang menjadi khalifah di Mesir, bangunan-bangunan yang kokoh, pertahanan yang kuat, dan beliau mengatasi krisis di Mesir. Ada juga Nabi Sulaiman AS, yang memiliki istana lengkap dengan prajurit, yang dapat meluluhkan Ratu Bilqis, dan mengajaknya ke jalan yang benar. Dan Rasulullah SAW yang menyatukan Mekkah, dan Madinah, serta menyebarluaskan agama ke semenanjung arab, dan berbagai belahan dunia lainnya. Jika di Indonesia, sebut saja Ir. Soekarno, proklamator serta merancang gaya pada bangunan-bangunan, baik di Indonesia, maupun mancanegara. Juga habibie, yang lebih fokus pada pesawat terbang. Di Arab Saudi, sebut saja King Abdullah hingga King Salman yang terus membenahi Mekkah dan Madinah sebagai kota tujuan umrah dan haji setiap tahun.     

                Kota-kota di dunia memang berlari terus untuk menjadikan dirinya sebagai brand ambassador, world city, dan pariwisata di dunia. Jika dari dulu negara-negara di dunia sudah melakukan ekspansi, bahkan berperang untuk mendapatkan sumber daya alam bagi negaranya. Sekarang zaman berganti, impor-eksporlah yang akan bersaing di mancanegara. 

                Ada beberapa kota yang menarik, untuk dijadikan kota teladan, yang patut dicontoh, harum kotanya, mendahulukan kepentingan orang lain adalah paling utama, saling melengkapi, dan menunjukkan rasa kasih dan sayang pada sesama, dan pada makhluk hidup lainnya. Dari kota tersebut, lahir ulama-ulama, yang berpengaruh pada kehidupan, baik di kota itu sendiri, maupun kota-kota lainnya di dunia.  Kota itu adalah kota impian para raja, bagaimana tidak, disanalah diletakkan fondasi-fondasi berlandaskan keesaan, persatuan, keberagaman, taman yang sebenarnya.

                Kenapa raja memimpikan kota tersebut, bagaimana tidak, di sanalah sebenarnya raja yang sesungguhnya hadir, menjalankan visi dan misinya, dengan gagah berani serta kasih sayang beliau membuat gentar musuh, namun amat penyantun dan penyayang, terutama kaum miskin, janda, dan dhuafa.

                Cahaya baginda nabi adalah penerang dalam kegelapan, yang menyelimuti kelamnya malam, tak berarah dan bertujuan, beliau adalah jalan kebahagiaan, kemuliaan di dunia dan di akhirat, dari diciptakannya alam jagad raya, manusia, dan seluruh makhluk, cahaya beliau mengawalinya.

                Ya Allah SWT,  Tuhan Kami, jadikanlah negeri kami seperti negeri Madinah, yang bercahaya, jadikanlah penduduk kami seperti penduduk madinah, yang baik hati, hidupkanlah, matikanlah kami di negeri Madinah penuh berkah yang tlah Engkau anugerahi kemuliaan dan tempat bersemayam Baginda Nabi. (MA)

Wassalam.


Jemaah Haji dan BISNIS







Ketika Anda mendengar orang yang hendak pergi naik haji, apa yang anda pikirkan di benak anda....?

Berjalan-jalan ke kota Terapu

Senangnya melihat indahnya pemandangan

Marilah kita berhaji terlebih dahulu

Barulah kita melangkah kemudian

                Haji adalah hal wajib bagi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Baik dari segi fisik, ekonomi, dan lain sebagainya. Lalu apa sebenarnya ketika kita sudah haji, atau belum haji, apakah sama atau ada yang berbeda. Perbedaannya tentu saja karena di sana terdapat suatu kota lahirnya sang pemimpin dunia dan akhirat, itulah magnet sebenarnya, sebuah proton, netron, terkuat di alam, di mana generasi awal tercipta dan generasi final diharapkan.

                Di sanalah panggilan Ilahi, Labbaikallahumma Labbaik, Labbaikallah syarikala-kala baik, innal hamda wani’matan laka wal mulk, laa syarikalah... Sesungguhnya kenikmatan dan kerajaan hanya milik Allah SWT, tiada sekutu bagiNya. Kita sebagaii hamba yang dipanggil wajib melaksanakan dan memenuhi panggilanNya.

                Lalu bagaimana dengan bisnis, bisnis adalah suatu jalan di mana pengemudinyalah yang menentukan arah yang dituju. Sekarang banyak sekali Travel yang menentukan tempat-tempat wisata menarik di dunia, dengan beragam hal menarik dicanangkan. Kita harus ingat satu hal, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,”ibu, ibu, ibu, ayah.” Ketika ditanya oleh sahabatnya Who is number one?

               



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


            Sebagai seorang perawat, saya menyadari banyak yang mesti ditambah pada diri saya, saya memiliki ketidakpuasan akan kurikulum dan lamanya praktik di Rumah Sakit, Peran Perawat sangat dipengaruhi oleh lima hal berikut:

1.      Lamanya pengalaman;

2.      Sikap Profesional;

3.      Pengetahuan;

4.      Keterampilan

5.      Kekuatan dan ketahanan fisik.

            Berikut ini saya sajikan tentang dua orang ahli dari Inggris, walaupun saya ketika menulis ini belum pernah ke Inggris dan bertemu beliau, saya doakan saya segera ke Inggris untuk membuktikan kevaliditasnya wacana ini. :D

            Pasien yang dulunya menerima perintah dokter tanpa ragu kadang meminta penjelasan mengenai rekomendasi yang diberikan dokter karena berbeda dengan saran yang didapatkan dari praktisi kesehatan lain atau dari internet. Beberapa prosedur yang dulunya hanya bisa dilakukan oleh dokter saja sekarang dapat dilakukan oleh teknisi, perawat, atau paramedis.



Haruskah perawat sebagai penyedia layanan kesehatan primer garis depan, mengambil tempat dari dokter umum sebagai titik pertama kontak dengan pasien? Dua ahli debat masalah pada bmj.com .

Perawat dapat memberikan perawatan yang berkualitas tinggi sebagai sebagai dokter umum di sebagian besar wilayah praktek umum termasuk perawatan kesehatan preventif, manajemen kondisi jangka panjang, dan perawatan kontak pertama bagi orang dengan penyakit ringan, menulis Bonnie Sibbald, Profesor penelitian pelayanan kesehatan di National Primary Care Pusat Penelitian dan Pengembangan, Universitas Manchester.

Dia berpendapat bahwa perawat untuk menggantikan dokter memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi perawatan kesehatan primer. Terlalu sering dokter menyediakan layanan yang sama sebagai perawat dan ini menyebabkan duplikasi daripada substitusi perawatan. Bahkan, katanya, keterampilan dokter akan lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lebih kompleks yang memiliki tingkat tinggi ketidakpastian tentang diagnosis dan pengobatan.

Menurut Sibbald, praktik umum di Inggris sudah menyadari nilai dari perawat untuk meningkatkan cakupan dan kualitas perawatan primer. Selama dua puluh tahun terakhir, telah terjadi ekspansi yang cepat dalam jumlah perawat praktek direkrut untuk memenuhi kontrak layanan baru. Misalnya, perawat sekarang memberikan imunisasi, vaksinasi, dan layanan skrining serviks dan akan menjadi bagian kunci dari pertemuan target kualitas perawatan untuk orang dengan kondisi jangka panjang yang ditetapkan dalam kontrak Pelayanan Medis Umum 2004.

Dia percaya bahwa perubahan baru untuk undang-undang, seperti hak untuk perawat yang memenuhi syarat untuk meresepkan obat berlisensi, telah mulai untuk memungkinkan perawat untuk menyadari potensi penuh mereka. Kecenderungan ini, ia menyimpulkan, harus diikuti "ke kesimpulan logis, mengakui perawat menjadi garis depan yang benar penyedia layanan kesehatan primer" & [sementara] peran "dokter umum" harus berevolusi untuk menjadi yang dari konsultan dalam perawatan primer menerima arahan dari perawat ".

Namun Dr Rhona Knight, seorang dokter dari Leicester yang memiliki pengalaman tangan pertama dalam praktek perawat yang dipimpin, berpendapat perawat yang menyebabkan perawatan primer akan membatasi pilihan pasien dan merusak pentingnya kontribusi unik perawat terhadap pelayanan kesehatan primer. Dia mengakui bahwa pasien melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dengan konsultasi perawat, namun menunjukkan bukti bahwa pasien lebih memilih untuk berkonsultasi dengan dokter jika mereka berpikir gejala mereka serius. Dia menunjukkan bahwa pelatihan dokter 'membutuhkan waktu 10 tahun dan bahwa mereka sangat berpengalaman dalam menangani penyakit dibeda-bedakan yang memungkinkan mereka untuk menjadi pengantar kunci dan pemimpin kesehatan generalis. Sebaliknya, katanya, pelatihan perawat maju kurang berkembang dan merekomendasikan minimal hanya 500 jam diawasi langsung atau tidak langsung dan kompetensi penutup "hanya sembilan halaman".

Saat ini, katanya, kurangnya standar nasional setuju berarti bahwa perawat memiliki peran yang bervariasi dengan konsisten, pengetahuan pengalaman pelatihan, dan judul. Perawat perlu peningkatan pelatihan dan kurikulum yang mirip dengan dokter untuk dapat memimpin dalam berurusan dengan semua penyakit, dia berpendapat. Satu solusi bisa untuk perawat untuk mengambil kursus ilmu kesehatan lulusan medis dan melatih untuk menjadi dokter umum dan dihargai secara tepat untuk peran ini, ia menyimpulkan.

Dalam fitur yang menyertainya, Rebecca Coombes menguraikan beberapa hambatan utama untuk perawat senior mengambil beberapa peran medis termasuk kurangnya regulasi profesional, upah rendah, dan keberatan budaya dari dokter.

Source: